JAKARTA, KOMPAS.TV - Polres Jakarta Selatan menyatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara atas penembakan polisi terhadap polisi di Rumah Kadiv Propram Polri, Irjen Ferdy Sambo. <br /> <br />Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budi Herdi Susianto menyatakan proses hukum kasus yang menewaskan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dilakukan sesuai prosedur. <br /> <br />Berdasarkan keterangan Polri, peristiwa penembakan di Rumah Kadiv Proram Polri terjadi pada 8 Juli lalu, Brigadir J disebut masuk ke kamar Istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dan diduga melakukan pelecehan dan menodongkan senjata. <br /> <br />Atas kejadian ini, istri Irjen Ferdy Sambo berteriak yang membuat Brigadir panik dan keluar kamar. <br /> <br />Baca Juga Paman Brigadir J Meninggal Dunia Kena Serangan Jantung ketika Hendak Berikan Sambutan saat Melayat di https://www.kompas.tv/article/308528/paman-brigadir-j-meninggal-dunia-kena-serangan-jantung-ketika-hendak-berikan-sambutan-saat-melayat <br /> <br />Setelah mendengar teriakan, Bharada E datang dan menanyakan apa yang terjadi namun dibalas dengan tembakan. <br /> <br />Selanjutnya saling tembak terjadi yang menyebabkan Brigadir J tewas. <br /> <br />Sementara itu, orang tua Brigadir Nopriyansah menyebut adanya sejumlah kejanggalan kasus penembakan putranya. <br /> <br />Ayah Brigadir J menyebut sejumlah fakta yang disampaikan polisi patut dipertanyakan. <br /> <br />Terkait dengan kasus penembakan di Rumah Kadiv Propam Polri, Ketua Komisi III DPR, Bambang Wuryanto menilai belum dibutuhkan penonaktifan Irjen Ferdy Sambo. <br /> <br />Sementara itu, Indonesian Police Watch memandang perlu dibentuknya tim pencari fakta agar kasus ini terang benderang. <br /> <br />Kasus penembakan ini tentu menjadi perhatian publik, terutama konsep Polri presisi dari Kapolri yang salah satu poinnya yakni transparansi berkeadilan. <br /> <br />Publik tentu menantikan proses penyidikan yang transparan dalam kasus ini. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/308541/beginilah-kronologi-kejadian-polisi-tembak-polisi-yang-menewaskan-brigadir-j