JAKARTA, KOMPAS TV Komisi Nasional Perempuan atau Komnas Perempuan benarkan ada unsur kekerasan seksual dalam rangkaian insiden yang berakhir dengan baku tembak di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. <br /> <br />Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani saat hadiri panggilan Polda Metro Jaya. <br /> <br />Namun Andy meminta masyarakat untuk memisahkan perihal kekerasan seksual dan kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J. <br /> <br />Baca Juga Polri Jawab Kabar Ratusan Polisi Diduga Kepung Rumah Keluarga Brigadir J di Jambi di https://www.kompas.tv/article/308992/polri-jawab-kabar-ratusan-polisi-diduga-kepung-rumah-keluarga-brigadir-j-di-jambi <br /> <br />"Kalau kita lihat, kasus ini betul ada kekerasan seksualnya, ada penembakannya, mari kita pisahkan itu," ujar Andy Yentriyani, Rabu (14/7). <br /> <br />Andy meminta media massa melindungi hak korban kekerasan seksual yang terkait kasus polisi tembak polisi ini. <br /> <br />"Mari kita membuat sama-sama proses kesaksian korban ini tidak kita perdebatkan di media massa," ungkapnya. <br /> <br />Sebelumnya, Kapolres Jakarta Selatan menyatakan bahwa peristiwa baku tembak di kediaman Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dipicu perilaku Brigadir J yang melakukan pelecehan seksual terhadap istri Irjen Ferdy Sambo. <br /> <br />Video Editor: Firmansyah <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/309012/komnas-perempuan-soal-penembakan-di-rumah-kadiv-propam-betul-ada-kekerasan-seksual
