KOMPAS.TV, LAMPUNG Sejak Sabtu (16/7/2022) hingga Senin (18/7/2022) malam kemarin, Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di perairan Selat Sunda tercatat sudah 7 kali mengalami letusan. <br /> <br />Aktivitas GAK diketahui terus meningkat dan memuntahkan abu vulkanik setinggi 2.500 meter di atas permukaan laut, juga terekam di seismograf selama 73 detik dengan amplitudo maksimum 55 milimeter. <br /> <br />Selain itu, letusan kolom abu GAK yang terekam CCTV Badan Geologi PVMBG Kementerian ESDM juga tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. <br /> <br />Baca Juga Gunung Anak Krakatau Alami Empat Kali Erupsi di https://www.kompas.tv/article/310183/gunung-anak-krakatau-alami-empat-kali-erupsi <br /> <br />Erupsi tersebut juga tercatat disertai dengan beberapa kali goncangan gempa harmonik, 5 kali gempa frekuensi kecil, dan 1 kali gempa vulkanik dangkal. <br /> <br />"Imbauan untuk masyarakat diharap tenang. Jangan mendengarkan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Status gunung api anak krakatau saat ini masih siaga level 3," ujar petugas pos pantau Gunung Anak Krakatau Hendra. <br /> <br />Meski menunjukkan peningkatan aktivitas, namun hingga kini status GAK masih berada di level 3 atau siaga. <br /> <br />Baca Juga Antusias Siswa di Hari Pertama Masuk Sekolah di https://www.kompas.tv/article/310266/antusias-siswa-di-hari-pertama-masuk-sekolah <br /> <br />Oleh sebab itu, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekat dan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif GAK. <br /> <br />#gununganakkrakatau #gunungerupsi #bencanaalam <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/310581/aktivitas-gunung-anak-krakatau-terus-meningkat
