JAKARTA, KOMPAS.TV - Kamarudin Simanjuntak dan tim tiba pada Rabu, 20 Juli di 2022 di Bareskrim pukul 15.56 WIB membawa beerapa bukti dugaan percobaan pembunuhan. <br /> <br />Kedatangannya merupakan undangan dari penyidik untuk menunjukkan bukti-bukti tersebut. <br /> <br />Kamarudin menyebut luka tersebut berbentuk seperti goresan. <br /> <br />Luka itu terdapat pada leher kanan hingga kiri Brigadir J. <br /> <br />Bukti baru tersebut didapat Selasa, 19 Juli 2022 malam. <br /> <br />Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Polri menyetujui permintaan autopsi ulang, atau ekshumasi dari keluarga Brigadir Pol Nopryansah Yosua Hutabarat. <br /> <br />Baca Juga Polri Beberkan Lokasi CCTV yang Ditemukan untuk Ungkap Kematian Brigadir J di https://www.kompas.tv/article/311460/polri-beberkan-lokasi-cctv-yang-ditemukan-untuk-ungkap-kematian-brigadir-j <br /> <br />Adanya bukti baru dan permintaan autopsi ulang adalah untuk penyelidikan lebih lanjut dan memperkuat teka-teki kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat, di rumah Irjen Ferdy Sambo. <br /> <br />Kompolnas akan memeriksa saksi, petugas dan alibi tes PCR yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo dan tim khusus akan mendalami temuan CCTV. <br /> <br />Saat insiden baku tembak terjadi antara Brigadir J dan Bharada E, Irjen Ferdy Sambo mengatakan dirinya sedang melakukan tes PCR. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/311567/tim-khusus-temukan-cctv-kompolnas-akan-periksa-dan-dalami-alibi-irjen-ferdy-sambo-saat-kejadian
