JAKARTA, KOMPAS.TV Hari ini, Rabu (10/8/2022) Komnas HAM melanjutkan pemantauan dan penyelidikan atas kasus kematian Brigadir Yoshua Hutabarat. <br /> <br />Seperti yang sudah dijadwalkan, tim Labfor Polri datang memenuhi undangan Komnas HAM dan memberikan keterangan terkait dengan uji balistik dan forensik lainnya. <br /> <br />Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara menyebut, pemeriksaan tadi terkait Digital Video Recorder atau DVR yang berkaitan dengan rekaman CCTV. <br /> <br />Baca Juga Irjen Ferdy Sambo Terancam Maksimal Hukuman Mati di https://www.kompas.tv/article/317608/irjen-ferdy-sambo-terancam-maksimal-hukuman-mati <br /> <br />Ada 5 DVR yang diterima oleh Komnas HAM. <br /> <br />Selain itu, pemeriksaan terkait ponsel juga telah disampaikan oleh Tim Labfor Polri kepada Komnas HAM. <br /> <br />Yang lainnya keterangan terkait hasil uji balistik, seputar konstruksi peristiwa, jenis senjata yang digunakan yang akan dicocokan dengan luka di tubuh Brigadir Yoshua, dan juga data mengenai Gunshot Residue. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/317614/komnas-ham-terima-hasil-pemeriksaan-cctv-dan-uji-balistik-penembakan-brigadir-yoshua
