JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyebut harga mi instan bakal naik 3 kali lipat dalam waktu dekat. <br /> <br />Kenaikan harga mi instan ini karena 180 juta ton gandum tak bisa keluar dari Ukraina akibat perang dengan Rusia. <br /> <br />Namun Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan membantah harga mi instan bakal naik 3 kali lipat dalam waktu dekat. <br /> <br />Mendag mengaku harga gandum memang naik karena imbas perang Rusia-Ukraina, namun mendag meyakini harga gandum turun pada September mendatang. <br /> <br />Baca Juga Intelijen Inggris: Rusia Geser Pasukan untuk Fokus Serbuan ke Ukraina Selatan di https://www.kompas.tv/article/318861/intelijen-inggris-rusia-geser-pasukan-untuk-fokus-serbuan-ke-ukraina-selatan <br /> <br />Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia menyebut, kenaikan harga gandum tidak berdampak signifikan ke mi instan. <br /> <br />Selain itu, kenaikan tertinggi hanya jenis gandum berprotein rendah yang biasa digunakan pada biskuit. <br /> <br />Produsen mi instan menyebut, pasokan gandum dalam negeri masih aman sehingga harga mi instan tak akan naik 3 kali lipat. <br /> <br />Asosiasi Mi Instan Dunia mencatat, Indonesia berada di peringkat 2 negara konsumen terbesar mi instan. <br /> <br />Di tahun 2020, masyarakat Indonesia mengonsumsi 12,640 juta porsi mi instan. <br /> <br />Di peringkat pertama Tiongkok dengan konsumsi 46,350 juta porsi mi instan. <br /> <br />Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata konsumsi mi instan di Indonesia pada tahun 2020 tercatat 3,63 bungkus per orang untuk setiap bulan. <br /> <br />Selama ini, Indonesia mengimpor gandum terbanyak dari Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan Ukraina. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/318868/isu-harga-mi-instan-akan-naik-3-kali-lipat-begini-tanggapan-mendag-zulhas