JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan alasan rencana pemerintah menaikkan harga pertalite dan solar dalam waktu dekat. <br /> <br />Menurut Luhut, harga BBM di Indonesia sangat murah jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan ASEAN. <br /> <br />Sehingga perlu disesuaikan agar tidak membebani APBN. <br /> <br />"Presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita pertahankan, karena kita harga BBM termurah se-kawasan ini (ASEAN) kita jauh lebih murah dari yang lain dan itu beban terlalu besar untuk APBN," papar Luhut saat memberikan kuliah umum di Universitas Hasanudin, Jumat (18/8). <br /> <br />Baca Juga Sinyal Harga BBM Naik, Luhut: Presiden Akan Umumkan Kenaikan Harga BBM Subsidi di https://www.kompas.tv/article/320907/sinyal-harga-bbm-naik-luhut-presiden-akan-umumkan-kenaikan-harga-bbm-subsidi <br /> <br />Selain itu, kata Luhut, pemerintah harus menaikkan harga BBM subsidi karena harga minyak mentah dunia melonjak. <br /> <br />"inflasi itu tergantung nanti kenaikan berapa solar dan pertalite, bagaimanapun tidak bisa kita pertahankan terus demikian jadi mengurangi tekanan ke kita karena haga crude oil naik, itu kita harus siap-siap, subsidi kita kemarin Rp 502 triliun kita harap bisa tekan ke bawah," kata Luhut. <br /> <br />Lebih lanjut, Luhut mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera mengumumkan kenaikkan harga pertalite dan solar. <br /> <br />"mungkin minggu depan Presiden akan mengumumkan mengenai apa, bagaimana mengenai kenaikan haraga ini," paparnya. <br /> <br />Video Editor: Lintang <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/320995/luhut-beberkan-alasan-rencana-pemerintah-naikkan-harga-pertalite-beban-terlalu-besar-bagi-apbn