KOMPAS.TV - Sinyal-sinyal kenaikan harga BBM subsidi makin jelas. Sebelum ini kami memutar pernyataan Airlangga Hartarto yang bilang sudah menyiapkan beberapa skema untuk pengaturan harga BBM subsidi. <br /> <br />Apakah sebagian dari Anda kadang bertanya-tanya, katanya Indonesia adalah negara penghasil minyak, tapi kok kenapa kita harus bayar mahal untuk BBM? <br /> <br />Hari ini Kompas Bisnis akan mencoba melihat data lifting dan hubungannya dengan alokasi BBM subsidi. <br /> <br />Baca Juga 450 Liter Minyak Tanah Bersubsidi Disita di Bima NTB, Diduga Barang Selundupan di https://www.kompas.tv/article/321661/450-liter-minyak-tanah-bersubsidi-disita-di-bima-ntb-diduga-barang-selundupan <br /> <br />Lifting adalah istilah teknis perminyakbumian yang artinya hasil produksi yang telah diolah dan siap dipakai. <br /> <br />Itu pengertian lifting, karena minyak yang ada di dalam bumi tidak disedot langsung berbentuk pertalite, pertamax, atau solar. <br /> <br />Pada saat kita masih ngos-ngosan kejar target lifting, konsumsi BBM kita makin menggendut. <br /> <br />Populasi bertambah, mobilitas makin tinggi, daya beli meningkat makin banyak orang yang punya kendaraan. <br /> <br />Jadi kelihatan kan jomplangnya, apa yang kita produksi dengan apa yang kita konsumsi? Bagaimana caranya supaya konsumsi terpenuhi? <br /> <br />Mau tidak mau ya impor BBM, artinya harganya bakal sangat dipengaruhi harga minyak dunia. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/321984/indonesia-negara-penghasil-minyak-kenapa-harga-bbm-mahal-dan-harus-impor
