JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah terus mengutak-atik kebijakan BBM untuk melindungi keuangan negara dan masyarakat miskin. <br /> <br />Ironisnya, di saat bersamaan saat ini masih banyak mobil mewah dengan harga dan pajak selangit tetapi masih menggunakan BBM Subsidi. <br /> <br />Mahalnya impor minyak dunia, naiknya jumlah konsumen BBM subsidi ditambah kurs fluktuatif menjadi trilema yang menekan kesehatan keuangan negara. <br /> <br />Pertalite, misalnya dari kuota tahun ini sebanyak 23 juta kiloliter, sisanya diperkirakan hanya cukup sampai Oktober. <br /> <br />Penambahan kuota pun, sedang dipertimbangkan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). <br /> <br />Untuk menekan risiko jebolnya anggaran akibat penambahan kuota, kenaikan harga jual BBM subsidi jadi salah satu opsi. <br /> <br />Baca Juga Ditengah Ketegangan Antara Tiongkok dan Taiwan Semakin Meningkat, Politisi AS Kunjungi Taiwan di https://www.kompas.tv/article/323120/ditengah-ketegangan-antara-tiongkok-dan-taiwan-semakin-meningkat-politisi-as-kunjungi-taiwan <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/323127/kas-negara-tercekik-80-persen-subsidi-bbm-salah-sasaran
