KOMPAS.TV - Kementerian Kominfo diduga jadi institusi terbaru yang diisukan mengalami kebocoran data. <br /> <br />Dalam kabar yang tersebar di media sosial, ada 1,3 miliar data kartu registrasi SIM prabayar yang bocor. <br /> <br />Kebocoran data berjumlah 1,3 miliar diunggah oleh akun bernama Bjorka dalam forum breached.to. <br /> <br />Data sebesar 87 GB diklaim berisi NIK, nomor ponsel, provider telekomunikasi, dan tanggal registrasi. <br /> <br />Sejumlah transaksi data kartu SIM sempat beredar. <br /> <br />Seorang penjual data, bahkan memberikan sampel nomor induk kependudukan atau NIK, nomor ponsel secara cuma-cuma dengan jumlah 2 juta data kartu SIM. <br /> <br />Soal kebocoran data ini, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G Plate hanya mengimbau masyarakat untuk menjaga privasi data pribadi masing-masing guna mencegah adanya kebocoran data pribadi. <br /> <br />Johny G Plate meminta masyarakat menjaga Nomor Induk Kependudukan atau NIK di KTP nya dengan tidak sembarangan memberikan NIK kepada orang lain atau pihak ketiga agar data itu tetap aman. <br /> <br />Menurut Menkominfo, cara paling efektif menghindari pencurian data adalah aktif mengganti kata sandi pada platform digital yang digunakan serta memperkuat pengamanan data pribadi. <br /> <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/325424/1-3-miliar-data-pengguna-kartu-sim-ponsel-bocor-menkominfo-kita-bisa-jaga-agar-tak-diterobos