JAKARTA, KOMPAS.TV - CCTV adalah petunjuk yang paling banyak dicari dan dibicarakan publik, pascakasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat di Rumah Dinas Ferdy Sambo muncul ke permukaan. <br /> <br />Isu CCTV yang rusak tersambar petir di penyelidikan awal, justru mendorong rasa kecurigaan publik. <br /> <br />Hingga akhirnya Tim Khusus Polri menemukan ada upaya penghilangan barang bukti di kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua. <br /> <br />Komisaris Besar Agus Nurpatria jadi perwira ketiga yang disidang etik merintangi penyidikan kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat. <br /> <br />Agus Nurpatria diduga mengamankan, mencopot, hingga mengganti penyimpan rekaman CCTV di Pos Satpam Kompleks Polri Duren Tiga, pascakejadian penembakan Brigadir Yosua. <br /> <br />Selain soal CCTV, Kombes Agus Nurpatria juga diduga memerintahkan Penyidik Polres Jakarta Selatan untuk mengganti berita acara pemeriksaan saksi dengan berita acara interogasi biropaminal yang telah disiapkannya. <br /> <br />Kasus perintangan penyidikan pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat sudah menjerat tujuh tersangka. <br /> <br />Tak hanya menghadapi sidang etik dengan ancaman pemecatan dari Polri, para pelaku juga diancam dengan hukuman pidana. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/326242/data-cctv-rumah-dinas-sambo-diganti-kombes-agus-nurpatria-diperiksa-soal-ini
