JAKARTA, KOMPAS.TV - Akun Bjorka melalui grup Telegram-nya, membagikan sejumlah data pribadi pejabat publik. <br /> <br />Aksi menyebar data pribadi pejabat publik, yang lazim disebut doxing, dimulai terhadap data Menkominfo, Sabtu (10/9) kemarin. <br /> <br />Tidak hanya itu, sejumlah data pribadi pejabat pejabat publik lainnya, mulai dari Ketua DPR RI, Menteri BUMN, hingga Dirjen Aptika juga disebar oleh peretas bernama Bjorka. <br /> <br />Sebelumnya, Bjorka juga menyebar data pribadi warga yang ada di sejumlah lembaga negara. <br /> <br />Pakar Digital Forensik, Ruby Alamsyah menyebut, aksi pelaku merupakan respons atas tanggapan Kominfo sebelumnya. <br /> <br />Penelusuran di grup Telegram yang dibuat oleh Bjorka, ada empat pejabat publik yang menjadi korban doxing. <br /> <br />Sebelumnya, Bjorka juga diduga membocorkan data pribadi Menkominfo, Johnny G Plate, tepat di hari ulang tahun Menkominfo. <br /> <br />Sebelumnya, akun Bjorka di laman forum peretas Breached.to, juga menjual data pribadi warga yang didapat dari sejumlah lembaga negara. <br /> <br />Ada 1,3 miliar data registrasi SIM card di Indonesia, 105 juta data pemilih pemilu 2019 KPU. <br /> <br />Tak hanya itu, Bjorka juga membocorkan 26 juta data IndiHome yang diduga termasuk mencakup aktivitas berinternet penggunanya. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/327862/bjorka-bocorkan-miliaran-data-pribadi-apa-langkah-mitigasi-pemerintah
