JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemandangan berbeda terlihat di halaman Gedung Mahkamah Agung di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. <br /> <br />Sejumlah Prajurit TNI berseragam lengkap, nampak berjaga di depan gerbang MA. <br /> <br />Banyak yang menduga penjagaan MA oleh militer ini adalah upaya menghalangi KPK dalam menyelesaikan kasus korupsi yang menyeret Hakim Agung Sudrajad Dimyati. <br /> <br />Namun spekulasi itu dibantah Mahkamah Agung. <br /> <br />Juru Bicara MA menyebut, penjagaan dari unsur militer hanya semata untuk memperkuat pengamanan internal agar hakim nyaman saat bekerja. <br /> <br />Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK yakin kebijakan pengamanan militer di lingkungan Mahkamah Agung tidak terkait dengan penggeledahan oleh Penyidik KPK. <br /> <br />Baca Juga Buntut OTT KPK Sudrajad Dimyati, KPK Tetapkan Tersangka Baru Hakim Agung dalam Kasus Suap MA! di https://www.kompas.tv/article/347368/buntut-ott-kpk-sudrajad-dimyati-kpk-tetapkan-tersangka-baru-hakim-agung-dalam-kasus-suap-ma <br /> <br />Di sisi lain, pengamanan di Mahkamah Agung oleh unsur TNI menuai banyak kritikan, salah satunya datang dari Indonesian Corruption Watch (ICW). <br /> <br />ICW menilai, alasan peningkatan keamanan agar kinerja hakim nyaman terlalu berlebihan. <br /> <br />Menurut ICW, Hakim Mahkamah Agung bisa menggunakan ajudan pribadi atau menambah satuan pengamanan dibandingkan melibatkan unsur militer untuk pengamanan pribadi. <br /> <br />Sebelumnya, KPK beberapa kali melakukan penggeledahan di Gedung Mahkamah Agung. <br /> <br />Penggeledahan ini bertujuan untuk mendalami perkara suap dengan tersangka Hakim Agung Sudrajad Dimyati. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/347378/kontroversi-pengamanan-gedung-ma-oleh-militer-kpk-tak-berkaitan-dengan-penyidikan