MAGELANG, KOMPAS.TV - Terkait dengan kasus tewasnya satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak di Magelang, Jawa Tengah, telah menemukan titik terang. <br /> <br />Melalui sampel yang diambil dari organ tubuh ketiga korban oleh Tim Dokkes Polda Jawa Tengah, diketahui organ lambung para korban menunjukkan adanya zat kimia golongan sianida. <br /> <br />Hal tersebut memperkuat keterangan dari saksi dan tersangka yang memungkinkan para korban meninggal akibat pengaruh dari zat kimia golongan tersebut. <br /> <br />Sedangkan zat lain jenis arsenik digunakan oleh pelaku untuk melakukan percobaan pembunuhan pada hari Rabu (23/11/2022) sebelumnya dengan dicampur minuman dawet namun tidak berhasil. Pada hari Senin (28/11/2022) pelaku mengulangi hal tersebut menggunakan sianida pada minuman kopi dan teh, hingga ketiga korban akhirnya meninggal dunia. <br /> <br />Kedua zat berbahaya tersebut didapatkan oleh pelaku dengan membelinya secara online, yakni sebanyak 10 gram zat arsenik dan 100 gram zat sianida. <br /> <br />"Yang bersangkutan membeli dua zat kimia. Yang satu golongan sianida sebanyak 100 gram, yang kedua adalah zat arsenik sejumlah 10 gram. Karena arseniknya sendiri itu masing-masing belinya dua barang, dan masing-masing barangnya itu lima gram," AKBP M.Sajarod Zakun, PLT Kapolresta Magelang. <br /> <br />Seperti diberitakan sebelumnya, satu keluarga di Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Magelang ditemukan tewas pada Senin (28/11/2022). Korban tewas tersebut adalah Abbas Ashar (58), selaku kepala keluarga, kemudian istrinya Heri Riyani (54) dan anaknya Dhea Chairunnisa (24). Ketiganya meninggal usai mengkonsumsi minuman yang mengandung racun. <br /> <br />Petugas kepolisian mengamankan satu tersangka berinisial "D" yang merupakan anak kedua korban. <br /> <br />#sianida #magelang #arsenik <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/353787/pelaku-beli-arsenik-dan-sianida-lewat-online
