KOMPAS.TV - Motif pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi yang hingga kini masih dijadikan alibi Ferdy Sambo dalam melakukan pembunuhan kepada Brigadir Yosua masih jadi perdebatan dan dinilai masih perlu pembuktian. <br /> <br />Baca Juga Kubu Sambo Pertanyakan Peran Justice Collaborator, Ini Respons Penasihat Hukum Eliezer di https://www.kompas.tv/article/362540/kubu-sambo-pertanyakan-peran-justice-collaborator-ini-respons-penasihat-hukum-eliezer <br /> <br />Lantas, pembuktian seperti apa yang diperlukan?? Benarkah Putri Candrawathi mengalami kondisi traumatis mendalam sehingga sejak awal tidak mampu melawan ketika berhadapan dengan situasi ekstrem? <br /> <br />Kami akan paparkan rentetan serta analisis ahli soal dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi. <br /> <br />Dalam skenario awal yang dirancang terdakwa Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua diceritakan istrinya Putri Candrawathi mengalami pelecehan seksual di rumah dinasnya di Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan. <br /> <br />Berdasarkan keterangan ahli psikologi forensik yang dihadirkan jaksa penuntut umum di persidangan terungkap Putri sebelumnya mengaku peristiwa pelecehan seksual di Duren Tiga itu adalah kebohongan. <br /> <br />Namun, Putri kala itu mengaku terpaksa harus berbohong karena takut pada suaminya dan harus mengikuti skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/362585/motif-pelecehan-seksual-pada-putri-candrawathi-perlu-pembuktian