JAKARTA, KOMPAS.TV - Ferdy Sambo dalam nota pembelaannya mengatakan, bahwa dirinya setiap waktu merasa bersalah dan menyesal atas timbulnya korban Yosua dan luka bagi keluarga yang ditinggalkan. <br /> <br />"Sungguh setiap waktu rasa bersalah dalam diri saya tidak pernah berhenti. Penyesalan mendalam atas timbulnya korban Yosua, atas luka bagi keluarga yang ditinggalkan." <br /> <br />Baca Juga Bahas Pemerkosaan Istrinya, Ferdy Sambo: Otak Saya Kusut Membayangkan Cerita Putri di https://www.kompas.tv/article/371394/bahas-pemerkosaan-istrinya-ferdy-sambo-otak-saya-kusut-membayangkan-cerita-putri <br /> <br />Sebelumnya dalam sidang, Sambo mengatakan bahwa dirinya membuat nota pembelaan berjudul "Setitik Harapan dalam Ruang Sesak Pengadilan." <br /> <br />Terdakwa Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/371446/ferdy-sambo-rasa-bersalah-dalam-diri-saya-tidak-pernah-berhenti
