TURKI, KOMPAS.TV - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan deklarasikan status keadaan darurat selama 3 bulan di 10 provinsi dengan dampak terparah akibat gempa berkekuatan besar yang mengguncang Turki dan Suriah. <br /> <br />Pemerintah akan memfasilitasi kebutuhan selama tanggap darurat. <br /> <br />Presiden Erdogan juga mengucapkan terimakasih kepada Qatar karena telah menawarkan 10.000 rumah kontainer bagi korban yang kehilangan tempat tinggal. <br /> <br />Informasi terbaru dari KBRI Ankara, 1 orang WNI dilaporkan meninggal dunia di Kahramanmaras tertimpa reruntuhan bangunan akibat kerasnya guncangan gempa. <br /> <br />Baca Juga Terbaru, KBRI Ankara Laporkan 1 WNI Meninggal Dunia Akibat Gempa Turki di https://www.kompas.tv/article/376545/terbaru-kbri-ankara-laporkan-1-wni-meninggal-dunia-akibat-gempa-turki <br /> <br />Dalam keterangan tertulisnya, KBRI Ankara menyebut seorang Warga Negara Indonesia atas nama Nia Marlinda asal Bali jadi korban meninggal dunia. <br /> <br />Korban meninggal bersama seorang anak berusia 1 tahun dan sang suami berkewarganegaraan Turki. <br /> <br />Sementara, tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap korban selamat dan meninggal yang tertimpa puing bangunan, salah satunya di wilayah Gaziantep lokasi yang paling parah terdampak gempa. <br /> <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/376547/erdogan-umumkan-status-darurat-gempa-turki-suriah-selama-3-bulan-di-10-provinsi-terdampak