BLITAR, KOMPAS.TV - Belasan korban ledakan petasan di Blitar masih menjalani perawatan medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. <br /> <br />Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar melakukan pemeriksaan kesehatan pada korban yang mengalami luka ringan. <br /> <br />Kebanyakan warga mengeluhkan gangguan pernapasan akibat menghirup udara yang terkontaminasi bubuk mesiu. <br /> <br />Total ada 13 korban luka, satu di antaranya bayi berusia 4 bulan. <br /> <br />Bayi berusia 4 bulan tersebut dirujuk ke rumah sakit untuk diobservasi karena mengalami cedera kepala ringan. <br /> <br />Baca Juga Jenazah Korban Ledakan Petasan di Blitar Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat di https://www.kompas.tv/article/380760/jenazah-korban-ledakan-petasan-di-blitar-dimakamkan-dalam-satu-liang-lahat <br /> <br />Posko kesehatan juga didirikan untuk mengakomodasi keluhan kesehatan warga yang terdampak ledakan petasan. <br /> <br />Sementara warga Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok yang rumahnya rusak akibat ledakan bubuk petasan, pada malam hari memilih tidur di teras. <br /> <br />Hal itu dilakukan lantaran kondisi rumah yang rawan roboh dan membahayakan untuk ditempati. <br /> <br />Warga juga khawatir harta bendanya hilang jika ditinggal. <br /> <br />Total ada 25 rumah yang rusak akibat ledakan. <br /> <br />Selain merusak rumah, 4 orang meninggal akibat ledakan petasan. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/380763/bayi-usia-4-bulan-alami-cedera-kepala-akibat-ledakan-petasan-di-blitar
