BOYOLALI, KOMPAS.TV - Sempat terhenti karena pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Boyolali kembali menggelar Tradisi Padusan. <br /> <br />Tradisi Padusan diawali kirab serta prosesi siraman, dimulai dari Kantor Kecamatan Banyudono menuju Kompleks Umbul Tirtomarto Pengging yakni Umbul Ngabean, petilasan Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sinuhun Pakubuwana ke X. <br /> <br />Tradisi Padusan dilakukan untuk menyucikan makna padusan tak hanya secara lahir saja, yang paling utama harus menyucikan diri secara lahir batin sebelum memasuki bulan puasa. <br /> <br />Baca Juga Warga Gelar Tradisi Nyadran Sebagai Bentuk Syukur atas Datangnya Bulan Ramadan di https://www.kompas.tv/article/391245/warga-gelar-tradisi-nyadran-sebagai-bentuk-syukur-atas-datangnya-bulan-ramadan <br /> <br />Warga Kelurahan Pabuwaran Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas, Jawa Tengah melakukan tradisi pensucian diri. <br /> <br />Mereka harus mandi keramas oman landa dari batang padi berwarna kuning yang dibakar dan harus mandi di mata air atau belik di pinggir Sungai Pelus. <br /> <br />Setelah terhenti karena Covid-19 selama 2 setengah tahun, warga Boyolali dan Purwokerto antusias jalani Tradisi Padusan dan mandi keramas oman landa dan akan terus dilakukan untuk melestarikan budaya lokal Jawa Tengah. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/391477/kabupaten-boyolali-gelar-tradisi-padusan-dan-bersih-diri-sambut-bulan-ramadan
