LAMPUNG, KOMPAS.TV - Sudah sekitar 23 tahun, Suseno pria berusia senja warga Jalan Abimanyu Kelurahan Jagabaya Way Halim Bandar Lampung menggeluti usaha pembuatan berbagi jenis cendol dan cincau. <br /> <br />Bulan ramadan biasanya dijadikan momen dengan penjualan yang meningkat drastis. <br /> <br />Namun berbeda di ramadan tahun ini, Suseno mengaku sejak beberapa hari terakhir jumlah penjualannya menurun yang hanya memproduksi sekitar 10-20 kilogram bahan baku setiap harinya. <br /> <br />Baca Juga Istri Terdakwa Karomani Ungkap Awal Suami Dibawa KPK di https://www.kompas.tv/article/392560/istri-terdakwa-karomani-ungkap-awal-suami-dibawa-kpk <br /> <br />Padahal saat sedang ramai, produksi cincau dan cendol miliknya mampu tembus hingga 200 kilogram bahan baku. <br /> <br />Penurunan jumlah pembeli ini tentu berdampak pada pendapatanya yang berkurang, terlebih ia pun harus membayar jasa warga yang turut diberdayakan. <br /> <br />"Cuma 3 hari pertama di bulan ramadan yang lumayan banyak pembelinya. Itu juga dapat hanya sekitar Rp3 juta, artinya belum ketutup modalnya," ujar Suseno perajin cincau rumahan. <br /> <br />Meski mengalami penurunan penjualan di sepekan ramadan tahun ini, Suseno masih terus memproduksi cincau dan cendol sebagai mata pencaharianya dengan harapan di bulan ramadan ini ada peningkatan penjualan. <br /> <br />#takjil #cendol #ramadan <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/392586/sepekan-ramadan-penjual-cincau-cendol-mengeluh-sepi
