JAKARTA, KOMPAS.TV - Polemik pemecatan direktur penyelidikan KPK, Brigjen Endar Priantoro, terus bergulir. <br /> <br />Laporan Endar terhadap pemecatan janggal dirinya kini tengah diperiksa Dewan Pengawas KPK. <br /> <br />Kamis (6/4) kemarin, mahasiswa berunjuk rasa di KPK, menuntut Ketua KPK Firli Bahuri untuk turun dari jabatannya. <br /> <br />Sebelumnya, Endar dipanggil Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron yang memberikannya surat pemberhentian tanpa disertai alasan. <br /> <br />Tetapi Endar menduga, alasannya karena punya perbedaan pendapat soal Penyelidikan Kasus Formula E. <br /> <br />Jika benar persoalan kasus Formula E yang jadi pangkalnya, Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi, UGM, Zaenur Rohman menilai, langkah KPK mencopot endar, berbahaya bagi indepedensi sumber daya manusia. <br /> <br />Buntut dari kisruh di KPK, Kamis (6/4) kemarin, massa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, berunjuk rasa di KPK. <br /> <br />Demo berujung ricuh, kala pengunjuk rasa dan polisi, terlibat saling dorong, saat mahasiswa mencoba menerobos masuk lobi Gedung KPK. <br /> <br />Massa menuntut Ketua KPK, Firli Bahuri mundur dari jabatannya lantaran KPK dinilai lamban, dalam penanganan kasus. <br /> <br />Kini laporan Brigjen Endar tengah dipelajari oleh Dewan Pengawas KPK. <br /> <br />Apapun hasilnya, Polri nantinya akan mengikuti aturan yang berlaku. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/395863/gaduh-pencopotan-brigjen-endar-priantoro-dari-kpk-karena-penyelidikan-formula-e
