Surprise Me!

Cerita Guru Honorer Mengajar di Daerah Terpencil, Lewati Bukit Hingga Seberangi Laut

2023-06-03 10 Dailymotion

SULBAR, KOMPAS.TV - Panggilan hati. Itulah alasan terbesar Nasmawaty untuk bertahan selama 17 tahun sebagai guru honorer. <br /> <br />Nasmawaty, mengajar di Sekolah Satu Atap SD dan SMP Pulau Battoa, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. <br /> <br />Setiap hari, Nasmawaty harus menyeberangi laut dan berjalan kaki untuk tiba di sekolah tempatnya mengajar. <br /> <br />Ia bahkan harus rela meninggalkan suami dan dua anaknya sejak pagi hari demi menjalankan tugas dan panggilan hatinya, menjadi seorang pendidik. <br /> <br />Meski berstatus honorer, Nasmawaty diberi tugas untuk mengajar sejumlah mata pelajaran, mulai dari IPA, IPS, Matematika hingga PPKN. <br /> <br />Ia juga bertindak sebagai wali kelas enam sekolah sekolah satu atap SD dan SMP Pulau Battoa. <br /> <br />Semangat mengabdi sebagai guru melekat di hati, meskipun <br />ia hanya mendapatkan upah sebesar Rp100 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan, tergantung kebijakan sekolahnya. <br /> <br />lain perjuangan Nasmawaty, lain pula kisah Muhammad Asmin. <br /> <br />Meski mempunyai gelar sarjana pendidikan, Asmin masih berstatus seorang guru honorer, di Dusun Hasana, Kampung Patuku, Desa Parigi Gowa, Sulawesi Selatan. <br /> <br />Untuk mencapai sekolah tempatnya mengajar, Asmin menempuh jarak puluhan kilo meter, melewati medan berlumpur danperbukitan di pedalaman. <br />Asmin mengabdikan dirinya, demi mengajar di SD Negeri Petuku, satu-satunya sekolah yang berada di Pedalaman Parigi, Gowa. <br /> <br />Asmin bahkan harus mengajar dua kelas sekaligus karena keterbatasan tenaga pengajar. <br /> <br />Per bulannya, Asmin mendapat upah sebesar Rp700 ribu hingga Rp 1 juta sejak menjadi guru 2017 lalu. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/412895/cerita-guru-honorer-mengajar-di-daerah-terpencil-lewati-bukit-hingga-seberangi-laut

Buy Now on CodeCanyon