JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak masyarakat tidak memilih capres yang pernah memiliki jejak memecah belah umat. <br /> <br />Pesan Menag Yaqut disampaikan saat menghadiri acara Tabligh Akbar di Pondok Pesantren Az Zawiyah di Garut, Jawa Barat. <br /> <br />Menag meminta masyarakat mengecek rekam jejak calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pilpres 2024. <br /> <br />Jika punya rekam jejak memecah belah umat, jangan dipilih. <br /> <br />Apalagi menggunakan agama untuk merebut kekuasaan. <br /> <br />Baca Juga Direktur Indikator Politik Indonesia Menilai Pernyataan Menag Tertuju Pada Anies, Ini Alasannya! di https://www.kompas.tv/video/440762/direktur-indikator-politik-indonesia-menilai-pernyataan-menag-tertuju-pada-anies-ini-alasannya <br /> <br />Soal seruan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, agar masyarakat tidak memilih capres pemecah belah bangsa, Juru Bicara Anies Baswedan, setuju dengan pernyataan tersebut. <br /> <br />Juru Bicara Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian, mengatakan Anies memiliki rekam jejak menyatukan umat beragama, selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. <br /> <br />Baca Juga Menag Anjurkan Jangan Pilih Capres Pernah Pecah Belah Umat, Begini Tanggapan PBNU di https://www.kompas.tv/video/440833/menag-anjurkan-jangan-pilih-capres-pernah-pecah-belah-umat-begini-tanggapan-pbnu <br /> <br />Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf merespons pernyataan Menteri Agama dan mengatakan hal tersebut merupakan hal yang positif. <br /> <br />Gus Yahya juga menyebut seruan tersebut disampaikan, agar masyarakat kita tidak lagi terjebak dalam situasi yang berpotensi perpecahan. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/440871/jubir-anies-setuju-dengan-pernyataan-menag-soal-jangan-pilih-capres-yang-pecah-belah-umat