LAMPUNG, KOMPAS.TV - Petani di Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang merasakan dampak kemarau disertai el nino. <br /> <br />Baca Juga Temuan 4 Mayat Anonim, 1 Korban Diduga Nelayan Indramayu di https://www.kompas.tv/regional/445065/temuan-4-mayat-anonim-1-korban-diduga-nelayan-indramayu <br /> <br />Sawah lebak mereka mengalami kekeringan, akibat tidak ada pasang sungai, cuaca panas serta hujan yang tak turun dan membuat hasil panen jauh berkurang. <br /> <br />Saat panen pada kondisi normal, petani menghasilkan lebih dari 4 ton gabah kering panen per hektar. Namun jumlah panen turun menjadi sekitar 80 persen dari normal, atau 3,5 ton. <br /> <br />Petani terpaksa memanen padi sebelum waktunya karena gabah yang dihasilkan kosong atau kopong. Ditambah banyak padi yang sakit karena terserang walang sangit dan belalang hingga membuat petani rugi. <br /> <br />Sawah lebak di Palembang mencapai 4 ribu hektar dan umumnya menerapkan pola tanam satu kali setahun atau IP 100. <br /> <br />Petani berharap ada bantuan pompanisasi untuk mengalirkan air ke sawah saat musim kemarau. <br /> <br />#kemarau #petani #elnino <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/445080/dampak-kemarau-petani-di-sumsel-panen-gabah-kosong
