POLEWALI MANDAR, KOMPAS.TV - Dengan hanya bermodal tandu dari bambu dan terpal, sejumlah warga Desa Besoangin Utara, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, membawa jenazah menyeberangi sungai. <br /> <br />Di tengah guyuran hujan deras, warga terpaksa menempuh resiko menyeberangi sungai selebar 80 meter, dengan membawa jenazah, lantaran tidak adanya jembatan, dan jalan yang rusak parah. <br /> <br />Dari Kota Polewali awalnya jenazah diangkut ambulans sejauh 60 kilometer, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 10 kilometer, hingga ke rumah duka. <br /> <br />Baca Juga Atap Bangunan SDN 1 Kedungdawa Ambruk Akibat Diterjang Hujan Angin, Siswa Pindah ke Aula Gor Desa di https://www.kompas.tv/video/462164/atap-bangunan-sdn-1-kedungdawa-ambruk-akibat-diterjang-hujan-angin-siswa-pindah-ke-aula-gor-desa <br /> <br />Menurut Kepala Desa Besoangin Utara, dalam lima tahun terakhir setidaknya sudah lima kali, warga harus beramai-ramai membawa jenazah ataupun orang sakit, serta ibu hamil, menyeberangi sungai. <br /> <br />Hal ini karena belum ada perbaikan akses jalan bagi tiga desa, yakni Desa Piriang Tapiko, Desa Besoangin Utara dan Desa Ratte. <br /> <br />Warga berharap bisa mendapatkan bantuan untuk akses jalan yang lebih baik, terutama untuk suplai bahan pokok serta menjual hasil pertanian. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/464012/terhambat-akses-warga-terpaksa-bawa-jenazah-seberangi-sungai-menuju-ke-rumah-duka
