MINAHASA, KOMPAS.TV - Benteng Moraya merupakan salah satu tempat wisata favorit warga Sulawesi Utara yang berlokasi di kawasan persawahan Tondano, Minahasa. <br /> <br />Saat memasuki kawasan ini, pandangan mata akan tertuju ke sebuah menara pengintai yang menjulang tinggi dari kejauhan. <br /> <br />Pengunjung juga akan disambut sejumlah monumen dengan ukiran relief yang menceritakan asal-usul suku Minahasa serta perang Tondano. <br /> <br />Perang Tondano adalah perang akbar suku Minahasa melawan penjajahan Belanda yang terjadi di sekitar tahun 1.800-an. <br /> <br />Kawasan Benteng Moraya diyakini sebagai lokasi peperangan tersebut. <br /> <br />Bahkan nama Moraya diambil dari bahasa Minahasa yang berarti bau darah. <br /> <br />Baca Juga Penyidikan Kasus Korupsi Benteng Otanaha Terkendala Perhitungan Kerugian Dari BPKP di https://www.kompas.tv/regional/461769/penyidikan-kasus-korupsi-benteng-otanaha-terkendala-perhitungan-kerugian-dari-bpkp <br /> <br />Keunikan lain obyek wisata sejarah ini adalah bangunan amphitheatre yang dinding luarnya bertuliskan nama-nama marga Minahasa. <br /> <br />Total ada sebanyak 1.500-an marga asli Minahasa yang terpampang mengelilingi bangunan amphitheatre. <br /> <br />Mengunjungi Benteng Moraya ibarat menelusuri jejak sejarah Minahasa. <br /> <br />Salah satunya terlihat dari keberadaan puluhan waruga atau makam suku Minahasa dan puluhan batang kayu yang diyakini sebagai pondasi Benteng Moraya. <br /> <br />Tak hanya menelusuri jejak sejarah, pengunjung Benteng Moraya juga bisa menikmati pemandangan yang asri dan sejuk. <br /> <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/480248/menelusuri-jejak-sejarah-suku-minahasa-sambil-menikmati-pemandangan-di-benteng-moraya