KOMPAS.TV - Setelah ramai sejumlah perguruan tinggi menyuarakan kritik menurunnya demokrasi pada rezim Jokowi, kini muncul ajakan pada sejumlah rektor untuk membuat video testimoni kinerja Jokowi. <br /> <br />Rektor UNIKA Sugiyopranata Semarang, Ferdinandus Hindiarto mengaku, diminta orang yang mengaku sebagai polisi untuk membuat video dan pernyataan testimoni mengapresiasi Presiden Jokowi. <br /> <br />Namun ia tolak, dengan alasan kampusnya netral dan tidak partisan. Tidak hanya itu. <br /> <br />Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Masrukhi membenarkan dirinya dimintai polisi membuat video testimoni soal pemilu damai. <br /> <br />Namun Rektor Unimus memastikan tidak diminta untuk mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi. Tetapi hanya ajakan untuk melaksanakan pemilu secara damai. <br /> <br />Sementara itu Rektor Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS), Hono Sejati sudah membuat testimoni tentang kinerja positf Jokowi. <br /> <br />Namun dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak salah memilih pemimpin penerus Jokowi. <br /> <br />Baca Juga Polisi Klarifikasi Soal Rektor Diminta Buat Video Puji Jokowi, Kaitkan Ajakan Pemilu Damai di https://www.kompas.tv/video/483615/polisi-klarifikasi-soal-rektor-diminta-buat-video-puji-jokowi-kaitkan-ajakan-pemilu-damai <br /> <br />#narasi #positif #jokowi #rektor #polisi <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/483969/begini-pernyataan-para-rektor-yang-diminta-buat-video-pemilu-damai-dan-narasi-kinerja-jokowi