Surprise Me!

Proses Pembuatan Tenun Ulos Tradisional dari Pewarna Alami di Desa Papande

2024-08-13 58 Dailymotion

SUMUT, KOMPAS.TV - Ulos merupakan kain tenun ciri khas dari Suku Batak. Dalam pembuatannya, ulos ada yang ditenun secara tradisional maupun secara modern dengan menggunakan mesin. <br /> <br />Saat ini, perajin tenun ulos tradisional bisa ditemukan di kawasan Danau Toba. Tepatnya di Desa Papande, Pulau Sibandang, Kabupaten Tapanuli Utara. <br /> <br />Menuju Desa Papande, kita bisa menyeberangi Danau Toba menggunakan kapal penyeberangan selama sepuluh menit, dari Pelabuhan Muara. <br /> <br />Hampir 80 persen wanita di Desa Papande, berprofesi sebagai perajin tenun ulos tradidisonal. Mereka belajar secara turun menurun. Uniknya lagi mereka menggunakan bahan alami dari Pohon Ketapang untuk mewarnai benang. <br /> <br />Untuk membuat satu motif ulos para perajin ini memerlukan waktu sekitar satu bulan, mulai dari pewarnaan benang, penentuan motif, dan penenunan. <br /> <br />Dari motif yang sama, mereka bisa membuat tiga sampai lima pasang ulos yang terdiri dari sarung dan selendang. <br /> <br />Lamanya proses pembuatan karena menenun ulos secara tradisional ini harus detail. <br /> <br />Adapun, motif ulos yang mereka kerjakan yaitu jenis Ulos Harungguan yang dahulu hanya dipakai oleh para raja-raja. <br /> <br />Sementara untuk penjualan, para perajin tidak perlu ikut langsung memasarkan kepada konsumen. <br /> <br />Karya ulos mereka langsung dijual ke galeri milik pemerintah kabupaten tanpa menunggu harus ada pembelinya. <br /> <br />Sepasang ulos untuk selendang dan sarung dijual dengan harga Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta. <br /> <br />#ulos #batak <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/530483/proses-pembuatan-tenun-ulos-tradisional-dari-pewarna-alami-di-desa-papande

Buy Now on CodeCanyon