FLORES, KOMPAS.TV - Konflik antar-desa di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali memanas. <br /> <br />Video amatir menunjukkan warga membawa senjata tajam dan bom molotov, serta merusak dan membakar rumah di Desa Bugalima. <br /> <br />Akibat insiden ini, 51 rumah hangus terbakar dan 1 orang tewas. <br /> <br />Beberapa warga juga mengalami luka tembak dari senapan angin dan dibawa ke RSUD Larantuka. <br /> <br />Menurut pihak kepolisian, aksi ini dipicu oleh sengketa tanah yang sudah berlangsung sejak tahun 1970-an. <br /> <br />Polisi telah menangkap 6 pelaku perusakan dan pembakaran. <br /> <br />Setelah penyerangan oleh kelompok warga Desa Ile Pati, Polda NTT mengirimkan satu peleton pasukan Brimob dari Maumere untuk menjaga keamanan di Desa Bugalima. <br /> <br />Sebanyak 25 anggota Brimob akan dikerahkan untuk mencegah bentrok susulan antara warga dari kedua desa yang bertikai akibat sengketa tanah adat. <br /> <br />Saat ini, banyak warga, terutama anak-anak dan perempuan, mengungsi ke desa tetangga, sementara personel Polres Flores Timur terus berjaga dan melakukan penyekatan antara dua desa yang terlibat konflik. <br /> <br />Baca Juga Kasus Sengketa Tanah, Polisi Diminta Segera Gelar Perkara Khusus di https://www.kompas.tv/regional/518454/kasus-sengketa-tanah-polisi-diminta-segera-gelar-perkara-khusus <br /> <br />#flores #kekerasan #konflik <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/547693/polisi-tangkap-6-pelaku-perusakan-dan-pembakaran-konflik-sengketa-tanah-di-flores-timur