KOMPAS.TV - Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan guru honor Supriyani, yang didakwa memukul muridnya yang juga anak seorang polisi, terus bergulir. <br /> <br />Meskipun persidangan masih berlangsung, somasi yang dilayangkan oleh Bupati Konawe Selatan kepada Supriyani berujung panjang. <br /> <br />Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menjelaskan bahwa pihaknya berencana untuk memanggil Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga, guna melakukan koordinasi dengan pejabat gubernur setempat. <br /> <br />Hal ini dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut, mengingat laporan yang diterima terkesan berbeda-beda. <br /> <br />Dalam kasus ini, Supriyani, yang mengajar di SD Negeri 4 Baito, Konawe Selatan, diduga melakukan kekerasan terhadap seorang siswa yang juga anak dari anggota Polsek Baito. <br /> <br />Kasus ini sempat dimediasi oleh Bupati Konawe Selatan, dengan keduanya menandatangani surat kesepakatan damai pada 5 November 2024. <br /> <br />Namun, Supriyani mencabut surat tersebut karena merasa tertekan dan tidak sempat memahami isinya. <br /> <br />Sebagai respons, Bupati Konawe Selatan melayangkan somasi kepada Supriyani, memintanya untuk mengklarifikasi, meminta maaf, dan mencabut surat pencabutan kesepakatan damai dalam waktu 24 jam. <br /> <br />Jika tidak, Pemkab Konawe Selatan mengancam akan menempuh jalur hukum karena menganggap nama baik Bupati telah tercemar. <br /> <br />#supriyani <br /> <br />Baca Juga Penyelidikan Tabrakan Beruntun 17 Kendaraan di Tol Purbaleunyi di https://www.kompas.tv/nasional/552696/penyelidikan-tabrakan-beruntun-17-kendaraan-di-tol-purbaleunyi <br /> <br /> <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/552697/dianggap-mencemarkan-nama-baik-bupati-konawe-selatan-somasi-guru-supriyani
