JAKARTA, KOMPAS.TV - Bidang Propam Polda Jawa Tengah memeriksa empat anggota Polda Jateng terkait polemik yang muncul setelah permintaan maaf dari band Sukatani. <br /> <br />Band asal Purbalingga, Jawa Tengah itu menjadi sorotan usai mengunggah video permintaan maaf kepada institusi Polri atas lagu mereka yang berjudul Bayar Bayar Bayar. <br /> <br />Lagu yang dirilis pada 2023 tersebut disebut sarat kritik terhadap Polri karena menyinggung penyalahgunaan wewenang dan ketidakadilan hukum. Namun, permintaan maaf dan penarikan lagu tersebut menimbulkan polemik di tengah masyarakat. <br /> <br />Dukungan agar lagu Bayar Bayar Bayar tetap bisa dimainkan datang dari sejumlah musisi dan warganet. Mereka ramai-ramai menggunakan tagar Kami Bersama Sukatani sebagai bentuk solidaritas. <br /> <br />Sementara itu, polisi membantah adanya intervensi terhadap karya Sukatani. Meski demikian, Polda Jateng tidak menampik bahwa ada anggota yang menemui band tersebut untuk meminta klarifikasi terkait lagu Bayar Bayar Bayar. <br /> <br />#bandsukatani #bayarbayarbayar #polisi #viral <br /> <br />Baca Juga Momen Presiden Prabowo Temui para Tokoh & Pemimpin Redaksi, Gelar Diskusi-Makan Siang Bersama di https://www.kompas.tv/nasional/575824/momen-presiden-prabowo-temui-para-tokoh-pemimpin-redaksi-gelar-diskusi-makan-siang-bersama <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/575828/serba-serbi-polemik-lagu-bayar-bayar-bayar-sukatani-band-minta-maaf-karena-ada-tekanan
