LAMPUNG, KOMPAS.TV - Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika menjelaskan kronologi kejadian bermula dari beredarnya undangan perjudian melalui media sosial. <br /> <br />Baca Juga Warga Mulai Berburu Baju Lebaran, Pembeli : Takut Kehabisan Model Terbaru di https://www.kompas.tv/regional/581658/warga-mulai-berburu-baju-lebaran-pembeli-takut-kehabisan-model-terbaru <br /> <br />Informasi ajakan sabung ayam ini diketahui oleh tersangka Z yang juga menjadi saksi dalam kasus penembakan tiga anggota polri. Z mengaku mendapatkan informasi pada sabtu dari rekannya yakni I, P, L dan R serta IW yang saat ini masih dalam pengejaran. <br /> <br />Disebutkan pula bahwa undangan sabung ayam ini turut disebarkan oleh B seorang oknum anggota TNI melalui pesan Whatsapp. <br /> <br />Mendapatkan laporan tersebut kapolres setempat memerintahkan jajarannya untuk melakukan penindakan. Senin sore, tim yang dipimpin oleh Kapolsek Negara Batin menuju lokasi untuk membubarkan kerumunan. <br /> <br />Namun saat upaya pembubaran berlangsung situasi memanas dan terdengar beberapa kali letusan senjata api. Akibat insiden ini 3 anggota polri diantaranya Akp Lusiyanto, Aipda Petrus Aprianto dan Bripda Ghalib Surya Ganta tewas di tempat sementara anggota lainnya berusaha mengevakuasi korban sambil berlindung dari serangan. <br /> <br />Saat ini kedua oknum tni yang diduga melakukan penembakan hingga mengakibatkan 3 anggota polri meniggal dunia sudah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan di Denpom Lampung. <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/581736/kapolda-lampung-ungkap-kronologi-penggerebekan-judi-sabung-ayam