DEMAK, KOMPAS.TV - Berbuka puasa dengan minum wedang atau jamu coro yang kaya rempah, kuliner khas Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tentu sangat cocok dalam kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini. <br /> <br />Jamu coro dipercaya bermanfaat untuk memulihkan stamina setelah menahan haus dan lapar sepanjang hari saat berpuasa. <br /> <br />Jamu coro atau wedang coro, kuliner tradisional khas Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menjadi buruan untuk diminum saat berbuka puasa. <br /> <br />Jamu coro yang kaya akan rempah-rempah tradisional memiliki cita rasa yang unik dan khas. <br /> <br />Konon, pada zaman Kesultanan Demak Bintoro, jamu coro merupakan hidangan khusus yang disajikan untuk tamu-tamu istimewa yang sowan ke hadapan raja. <br /> <br />Adapun bahan dasar dari jamu coro di antaranya tepung ketan dan terigu, kelapa, gula aren, jahe, serta rempah-rempah lainnya. <br /> <br />Jamu atau wedang coro biasanya dijual keliling kampung dengan menggunakan wadah kendil yang terbuat dari tanah dan diselimuti kain untuk menstabilkan suhu agar tidak menguap. <br /> <br />Bahkan, cara mengambil jamu coro di dalam kendil atau periuk tanah menggunakan potongan bambu kecil dengan gagang kayu. <br /> <br />Tekstur wedang coro ini agak sedikit kental, berwarna cokelat, dan rasanya merupakan perpaduan manis, gurih, serta sedikit pedas dari jahe. <br /> <br />Baca Juga Sirup Legendaris Khas Malang Laris Manis Selama Ramadan di https://www.kompas.tv/regional/582607/sirup-legendaris-khas-malang-laris-manis-selama-ramadan <br /> <br />#jamucoro #wedangcoro #demak <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/lifestyle/582688/jamu-coro-minuman-tradisional-khas-demak-untuk-menu-berbuka-puasa
