GORONTALO, KOMPAS.TV - Sejumlah keluarga korban dugaan kekerasan seksual dan pemerasan mendatangi Polda Gorontalo untuk meminta kejelasan penyelidikan kasus. Keluarga korban mengaku kecewa lantaran kasus ini telah dilaporkan sejak lima bulan lalu namun belum ada perkembangan hasil penyelidikan. <br /> <br />Ibu korban menyampaikan berbagai tuntutan dan menyesalkan penanganan perkara yang lambat dari penyidik Polres Bone Bolango. <br /> <br />Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo mengaku kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh unit PPA Polda Gorontalo, dan telah memeriksa 7 saksi serta sejumlah barang bukti yang dilampirkan. <br /> <br />Baca Juga 7 Orang Anggota Brimob yang Tabrak Ojol Ditahan | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/614347/7-orang-anggota-brimob-yang-tabrak-ojol-ditahan-sapa-pagi <br /> <br />Akibat dugaan kekerasan seksual yang berujung pemerasan ini, korban hingga kini masih trauma berat, bahkan korban kini terpaksa tak melanjutkan kuliahnya di Makassar. <br /> <br />Sebelumnya, kasus dugaan kekerasan seksual dan pemerasan ini sudah dilaporkan ke Polres Bone Bolango, namun selama lima bulan tak kunjung ada kejelasan. <br /> <br /> <br /> <br />#oknumpolisi <br /> <br />#kekerasanseksual <br /> <br />#poldagorontalo <br /> <br />#gorontalo <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/614355/keluarga-korban-dugaan-kekerasan-seksual-pemerasan-oknum-anggota-polisi-mengamuk-menuntut-keadilan