KOMPAS.TV - Aksi mengawal penuntasan tuntutan 17 plus 8 belum berhenti. <br /> <br />Di Jakarta, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR Jakarta. Pendemo meminta kejelasan penuntasan tuntutan 17 plus 8 yang telah lewat tenggat, yakni Jumat, 5 September 2025. <br /> <br />Sejumlah poin yang ditekankan dalam 17 tuntutan rakyat di antaranya membebaskan seluruh demonstran yang ditahan dan memastikan tidak ada kriminalisasi demonstran. <br /> <br />Hingga kini memang masih ada yang ditahan karena tersangkut demo ricuh akhir Agustus lalu. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menemui mereka. <br /> <br />Salah satu tahanan yang ditemui Yusril di tahanan Polda Metro Jaya adalah Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen. <br /> <br />Yusril mengatakan Delpedro tetap bersikeras menyatakan tak bersalah. Yusril bilang pemerintah menghormati penjelasan Delpedro. <br /> <br />Delpedro ditahan sebagai tersangka dugaan penghasutan. Polisi mengatakan Delpedro diduga menyebarkan hasutan untuk bertindak anarkis saat demo. <br /> <br />Selain Delpedro, 68 orang masih ditahan pasca demonstrasi. <br /> <br />Hingga akhir pekan lalu, terduga pelaku demo ricuh yang ditangkap berjumlah 43 orang. <br /> <br />Penyidik Polda Metro Jaya membagi dua klaster terduga provokator, yakni provokator tindakan anarkistis di lapangan dan seruan demo di media sosial. <br /> <br />#provokator #yusril #delpedromarhaen <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/616715/kawal-tuntutan-rakyat-17-8-bem-ui-soroti-penahanan-demonstran-yusril-temui-delpedro-marhaen
