Kerusuhan besar mengguncang Nepal sejak awal pekan ini. Demonstrasi yang dipicu larangan media sosial dan isu korupsi berujung pada penggulingan Perdana Menteri KP Sharma Oli, Selasa (9/9/2025). Hingga Rabu malam (10/9), dilaporkan sedikitnya 22 orang tewas, termasuk istri seorang mantan perdana menteri, sementara lebih dari 13.500 narapidana kabur dari sejumlah penjara di tengah kekacauan yang melanda ibu kota Kathmandu dan kota-kota lain.<br /><br />Juru bicara Kepolisian Nepal, Binod Ghimire, menyebut tiga polisi turut menjadi korban jiwa dalam bentrokan dengan massa. "Lebih dari 13.500 narapidana kabur dari penjara di seluruh negeri," ujarnya dikutip AFP, Kamis (11/9/2025). Tentara Nepal kini mengambil alih kendali atas Kathmandu. Kendaraan lapis baja dikerahkan, jalanan sepi, dan imbauan ketenangan terus disuarakan melalui pengeras suara di tengah kekosongan politik pascajumlah korban tewas meningkat.<br /><br />Kunjungi & Ikuti:<br />https://www.youtube.com/@borneotribun<br />https://www.instagram.com/borneotribun<br />https://www.tiktok.com/@borneotribun.com<br />https://www.threads.com/@borneotribun<br />https://x.com/borneotribun<br />https://www.borneotribun.com/<br /><br />#nepal<br />#demo<br />#nepalmencekam<br />#genz<br />#kerusuhan<br />#breakingnews<br />#viral<br />#demo2025<br />#newsupdate<br />#trending
