SIBOLGA, KOMPAS.TV - Banjir bandang dan longsor di Sibolga, Sumatera Utara, membuat warga terisolasi dan terpaksa bertahan di masjid tanpa makanan yang cukup. <br /> <br />Banyak dari mereka berjalan kaki puluhan kilometer untuk mencari jalur aman keluar dari wilayah bencana. <br /> <br />Safrizal, salah satu korban banjir, sudah terjebak di Kota Sibolga selama empat hari dalam kondisi kekurangan makanan. <br /> <br />Ia nekat berjalan sekitar 60 kilometer melintasi Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan selama satu hari demi segera bertemu keluarga tercinta. <br /> <br />Selain akses jalan yang terputus, jaringan komunikasi juga lumpuh sehingga membuat warga sulit memberi kabar kepada keluarga. <br /> <br />Pemerintah Daerah Tapanuli Selatan kini terus berupaya membuka akses yang tertutup longsor, mempercepat distribusi bantuan, serta mencegah bertambahnya korban. <br /> <br />Baca Juga Kisah Sertu Rio Berhasil Diselamatkan dari Timbunan Longsor, Anak dan Istri Belum Ditemukan di https://www.kompas.tv/regional/634272/kisah-sertu-rio-berhasil-diselamatkan-dari-timbunan-longsor-anak-dan-istri-belum-ditemukan <br /> <br />#sibolga #banjir #bencanaalam #korbanbanjir <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/634273/sibolga-terisolasi-imbas-bencana-banjir-dan-longsor-warga-nekat-jalan-kaki-60-km-temui-keluarga
