LAMPUNG, KOMPAS.TV - Tari kontemporer ini ditampilkan oleh muda mudi dalam Dialog Narasi Artistik (DNA) Punya Studio, Puncak Aster Bandar Lampung, Lampung. <br /> <br />Program pementasan ini, digelar setelah para penari melakukan masa inkubasi intensif selama 21 hari yang didedikasikan untuk mendalami kerja riset artistik. <br /> <br />Denta Pramana Putra, salah satu penari mengungkapkan bahwa penampilanya merupakan eksplorasi dari tarian tradisional lampung, yang melambangkan kedewasaan dan identitas kultural. <br /> <br />Baca Juga Marah Tak Diberi Uang, Pelaku Bunuh Siswa SMA di https://www.kompas.tv/regional/639147/marah-tak-diberi-uang-pelaku-bunuh-siswa-sma <br /> <br />Ia berharap penampilanya akan terus dikembangkan dan bisa dibawa ke panggung lebih besar serta disaksikan banyak orang. <br /> <br />Ari Ersandi, selaku direktur program dialog narasi artistik punya studio mengungkapkan, program masa inkubasi intensif yang dilakukan para penari ini mendapat pendampingan dari mentor profesional yang ahli di bidang koreografi, manajemen seni dan strategi distribusi. <br /> <br />Program ini dirancang sebagai ruang memberdayakan koreografer untuk "menetaskan" karya yang segar, orisinal, dan memiliki kesiapan distribusi serta mampu memicu transfer pengetahuan antara kreator-koreografer dan audiens. <br /> <br />Dari pementasan ini nantinya para penari diharapkan bisa tampil di panggung nasional hingga internasional serta dapat melahirkan bibit bibit baru penari kontemporer di Lampung. <br /> <br />#tari #kontemporer #lampung <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/639198/melihat-aksi-tari-kontemporer-sebuah-karya-artistik
