MALANG, KOMPAS.TV - Keterbatasan lahan ternyata bukan halangan bagi Muhammad Amin warga Poncokusumo untuk membudidayakan ayam. Bukan ayam pedaging atau petelur, melainkan ayam hias. Dengan memanfaatkan lahan sempit di belakang rumahnya, pemuda ini membudidayakan berbagai macam jenis ayam hias seperti Poland, Silky hingga Brahma. <br /> <br />Berbagai jenis ayam hias ini adalah ayam dari luar negeri. Menurut Amin, beternak ayam hias tidak jauh berbeda dengan ayam pada umumnya. Namun menurut Amin, ayam hias memiliki beberapa keunggulan seperti tidak memerlukan lahan luas dan tentu saja ayam hias memiliki harga jual lebih tinggi dari ayam petelur atau ayam pedaging. <br /> <br />Menurut Amin, permintaan ayam hias saat ini masih cukup tinggi. Kebanyakan dari pembeli adalah para penghobi ayam hias atau mereka yang menjadikan ayam hias sebagai penghias taman. Dengan ketelatenannya, Amin bisa menjual hingga 50 ekor anakan ayam hias dari berbagai jenis. Tak hanya anakan, para pembeli biasanya membeli telur ayam untuk ditetaskan sendiri. <br /> <br />"Karena ayam hias menurut saya memang butuh modal besar, tapi untuk produktivitasnya untuk ayam hias itu lebih mudah dan lebih banyak." Kata Amin <br /> <br />Dengan harga Rp 75 ribu hingga jutaan rupiah per ekor, Amin memasarkan ayam hias ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan dengan memanfaatkan media sosial, Amin kerap mengirim ayamnya hingga Malaysia dan Singapura. <br /> <br /> <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/641853/untung-berlipat-dari-beternak-ayam-hias-di-lahan-terbatas
