Di balik dominasi militer Amerika Serikat dan kecanggihan teknologi Israel, ternyata Iran memainkan strategi yang jauh lebih senyap namun mematikan: perang asimetris. Analisis ini membongkar bagaimana Iran memanfaatkan taktik fleksibel, biaya rendah, dan pendekatan jangka panjang untuk menghadapi kekuatan besar yang dianggap terlalu percaya diri.<br /><br />Empat pilar utama menjadi fondasi strategi Iran: memperkuat persatuan domestik, membangun aliansi regional, memenangkan opini publik global, serta secara perlahan melemahkan koalisi lawan. Bahkan, potensi keterlibatan kekuatan besar seperti Rusia dan China disebut-sebut dapat membatasi langkah militer Barat di masa depan.<br /><br />Benarkah kemenangan bukan soal menghancurkan musuh, tapi tentang bertahan lebih lama dan menguras sumber daya lawan? Simak analisis lengkapnya di sini.
